Jalu Kaba

Di laman berita teknologi ramai para ‘ahli’ menyarankan tutup akun facebook karena melakukan tracking activity dan leak data pribadi. Hey apakah mereka tidak tahu, sekali manusia masuk ke dunia internet, maka dirimu telah secara sadar siap di tracking dan telah me-leak data dirimu sendiri.

Layanan Google, Facebook, Microsoft, etc yang serba gratis itu sebenarnya tidak gratis, bayarannya adalah privacy. Kalau tidak mau ditracking dan tidak mau leak data diri ya jangan masuk dunia internet.

Ini sudah gratis protes pula, bikin enggak, ikut mikir enggak, tinggal pake koq protes. Suka pake gak suka ya tinggalin. Kalau rame-rame berenti terus gda yg make masa iya gak bangkrut.

Mark Zuckerberg itu sekarang sedang berusaha digulingkan, kalau bisnisman murni menganggapnya ah persaingan bisnis normal. Tapi buat yang ngaji masalah mahdaviah atau masalah messianic dajallic, atau kabuhunanisme (istilah maksa ini 🤭), atau minimalnya ngaji politik global (cieee politik global 🙄) , maka usaha penggulingan Mark itu adalah perang besar rebutan bank data dua milyar (menurut laman Statista.com data tahun. 2018, itu belum data instagram dan WA) manusia.

Bayangkan kumpulan data diri dan data psikologi juga data behavior dua milyar manusia ditangan… 😚 wow😇. Segala ada, dari nama lengkap, hubungan saudara, keluarga, sahabat dekat, relasi bisnis, komplit beserta data fhoto. Dari fhoto genre selpi, wipi, sampe genre hot spot dan LAN. Bukan bisa bikin gorengan lagi itu, tapi langsung bikin restoran besar berbasis kuda bertanduk (eh itu kuda sebenernya bercula atau bertanduk ya, ya sudah lah yang jelas dia gak bisa mungkir dia itu kuda😎) atau badak berbelalai atau harimau bercula.

Kunci utamanya adalah, bukan difacebooknya tapi diusernya sendiri. Bijak-bijak dan waspadalah berbagi data di dunia internet. Walaupun temen kamu di akun cuma sebiji atau bahkan gda temennya, dengan niat buat simpen data doang, tetep itu kena track dan leak. Apalagi para seleboock, selebtweet, selebgram, selebkilogram, selebkwintal sampe selebton itu bukan leak lagi tapi ‘ngangkang’.

Jika ingin data privacy tidak leak dan tidak kena tracking algoritma internet, sudah jangan internetan sekalian. Mau pake proteksi apapun kalian di internet, akar datanya tetep ada dan bisa ditrack. Jika pengen internetan karena kebutuhan ya bijak juga waspadalah dalam berbagi data diri, baik data tubuh, data psikologi, data behavior, bahkan data aura sekalipun dan lain-lain.

Saling berbagilah dalam kebaikan di internet, kita bisa koq bikin dunia atau minimalnya lingkungan kita menjadi lebih baik, asal mau dan kerjasama juga istiqamaaah sekalian berkesinambungan, tertib juga pas syarat dan rukunnya. (bahasa Ustadz 👳). Cheers…

KLepus….WhuUuZz

Fhoto artikel nyomot dari Pexels.com dengan lesensi bebas pake.

5.00 avg. rating (100% score) - 1 vote